6 Juli 2015

Artikelku



Quo Vadis Partai Golkar
Oleh: Mohammad Hasyim

            Andai ada yang bertanya sampai kapan kirsruh di Partai Golkar akan berakhir, jawabannya boleh jadi sampai Aburizal Bakrie (ARB) atau Agung Laksono (AL) mau berkompromi dan bersatu membawa partai berlambang pohon beringin ini mengikuti kompetisi pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak yang digelar Desember 2015.
Kenapa? Karena bukan rahasia umum lagi bahwa konflik yang memanas jelang akhir tahun 2014 ini dipicu oleh niat keduanya untuk merebut kursi ketua umum Partai Golkar. Dalam hal ini, ARB dengan segala kekurangannya selama pelaksanaan Pileg dan Pilres 2014, memilih untuk mempertahankan tampuk kekuasaanya di pucuk pimpinan partai beringin. Sebaliknya, AL yang merasa akan membawa Golkar menjadi semakin lebih baik, juga mengambil jalan sendiri dengan tidak mengakui Munas Bali—yang mengaklamasikan ARB sebagai ketua umum lagi—dan memilih menggelar Munas Jakarta dengan memilih dirinya sebagai ketua umum.